A.
Latar Belakang
Kebijakan
politik tentang otonomi dan desentralisasi yang dimulai dengan lahirnya
Undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang
nomor 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah membawa implikasi positif kea rah desentralisasi pendidikan
dan pemberdayaan sekolah sebagai satuan pelaksana pendidikan yang paling
strategis.
Otonomi
merupakan pelaksanaan dari sitem desentralisasi pendidikan dimaksudkaN sebagai
pelimpahan wewenang dankepercayaan untuk menyelenggarakan pendidikan dan
pemerintah pusat langsung kepada sekolah. Oleh karena itu diera globalisasi dan
perkembangan IPTEK yang demikian pesatnya, sekolah dituntut kemandiriannya
dalam mengembangkan sekolah. Sudah menjadi keniscayaan bila Perencanaan
Pengembangan Sekolah dalam sebuah satuan pendidikan di tingkat Sekolah Dasar
dibuat dalam rangka meningkatkan mutu dan mengembangkan potensi yang ada secara
maksimal.
Sekolah
Dasar adalah lembaga pendidikan yang sangat fundamental, oleh karena itu harus
dipersiapkan secara professional dalam pengelolaannya sehingga akan dapat
mendukung program pemerintah untuk mencapai tujuan pendidikannasional.
Perubahan
pola manjemen pendidikan dari sentralistik menjadi manajemen berbasis sekolah
menuntut sumberdaya manusia ditingkat sekolah untuk berani mengambil keputusan
dan membuat program sesuai dengan kebutuhan dan daya dukung yang
dimilkisekolah. Sementara untuk memperoleh hasil yang dukung dimilki oleh sekolah.
Sementara untuk memperoleh hasil yang maksimal maka dalam pelaksanaannya
diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak yang terkait.
B.
Dasar Hukum
1. Undang-undang R.I.Nomor 25
tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) tahun 2002-2004 antara
lain dijelaskan “.. Program pembinaan pendidikan dasar dan prasekolah bertujuan
untuk (1) memperluas jangkauan dan daya tamping SD dan Madrasah Ibtidaiyah
(MI), SLTP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan lembaga pendidikan prasekolah
sehingga menjangkau anak-anak dari seluruh masyarakat …”
2. Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, antara lain
disebutkan :
Ø Pasal 8 ayat (2) berbunyi
“pendidikan usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur formal, non formal, dan
informal, dan ayat (3) berbunyi “pendidikan anak usia dini pada jalur
pendidikan formal berbentuk Sekolah Dasar atau bentuk lainnya yang sederajat.
Ø Pasal 46 ayat (1) berbunyi “
Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah,
dan masyarakat.
Ø Pasal 54 ayat (1) dijelaskan
“peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan,
kelompok, kelurga, profesi, pengusaha,
dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan dan pengebdalian mutu
peranan pendidikan
3. Peraturan pemerintah Nomor
38 Tahun 1992 ytentang Tenaga Kependidikan
4. Peraturan pemerintah
Republik Indonesia Nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah
5. Peraturan Pemerintah Nomor
39 tahun 1992 tentang peran serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional.
C. Maksud dan Tujuan
Maksud
dan tujuan Rencana Pengembangan Sekolah Dasar Negeri 10 Pelangsian adalah:
1. Meningkatkan prestasi kerja
kepala, guru dan staf tata usaha SD baik secara individu maupun sebagai
kelompok dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di SD
2. Meningkatkan minat dalam
pengembangan pribadi bagi seluruh warga
SD
Yaitu : Kepala, guru dan
staf tata usaha, penjaga dan anak didik SD
3. Peningkatan produktivitas
Sumber Daya Manusia warga SD
4. Meningkatkan daya saing yang
positif diantara sesame rekan kerja
5. Membangun / menjalin
kerjasama yang positif dan memberdayakan semua komponen / stake holder sekolah dalam mencapai Visi dan Misi sekolah.
D.
Ruang Lingkup
1. Sekolah sebagai suatu system
dan hubungannya dengan masyarakat
2. Kinerja Sekolah Dasar
3. Penilaian Kinerja Sekolah
Dasar
BAB II
SEKOLAH DASAR SEBAGAI SUATU SISTEM
A.
Pengertian Sistem
Sistem
adalah suatu totalitas (keseluruhan) yang terdiri dari bagian-bagian atau
komponen-komponen, antara abgian/komponen yang satu dengan bagian/komponen yang
lainnya, sehingga membentuk kerja snergis, dalam rangka mencapai tujuan. Setiap
bagian atau komponen harus berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga system
dapat berjalan dengan normal.
Konsep
kerja system terdiri dari input-proses-output. Sekolah Dasar sebagai
system terdiri dari beberapa komponen, satu komponendengan komponen yang
lainnya saling terkait, saling ketergantungan, dan saling membutuhkan dalam
rangka mencapai tujuan Sekolah Dasar. Apabila ada satu komponen mengalami
hambatan, maka komponen lainnya akan ikut terhambat pula. Oleh karena itu,
diperlukan adanya ream work yang solid diantara warga SD dan sumber daya
lainnya dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di SD.
Komponen-komponen yang
dimaksud adalah :
1.
Peserta didik/siswa ( sebagai Row Input )
2.
Kurikulum/ proses belajar mengajar
3.
Administrasi/ manajemen sekolah
4.
Organisasi/ kelembagaan sekolah
5.
Sarana dan prasarana
6.
Ketenagaan
7.
Pembiaayaan
8.
Peran serta masyarakat
9.
Lingkungan/ kultur sekolah
10.
Keluaran (out put)
B.
Mutu Sekolah Dasar
Peningkatan mutu pendidikan
merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya
Manusia Indonesia (SDM) mulai sejak usia dini. Hal ini dilakukan agar Sumber
Daya Manusia Indonesia (SDM) mampu bersaing deengan SDM dari Negara lain.
Peningkatan mutu pendidikan
harus dimulai sejak SD. Karena, SD merupakan lembaga pendidikan yang
mempersiapkan anak masuk kejenjang pendidikan yang lebih tinggi seperti
SLTP/MTs. Oleh karena itu, sejak dari SD sudah mulai diperkanalkan dengan
agama, ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan harapan bahwa setelah anak tamat
SD benar-benar mempunyai persiapan untuk masuk SLTP/MTs dan dapat mempersiapkan
menjadi SDM yang bermutu tinggi.
Untuk membuat pendidikan
berkualitas, guru merupakan salah satu kunci utama dalam peningkatan mutu
pendidikan SD. Guru adalah sosok yang paling berperan dalam melaksanakan
kegiatan belajar mengajar dikelas. Oleh karena itu, guru harus mempunyai
kemampuan merancang kegiatan belajar mengajar yang baik yaitu Pembelajaran yang
Aktif Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM).
C.
Tugas dan fungsi Kepala
Sekolah Dasar
Tugas
dan fungsi kepala SD meliputi :
1.
Memimpin dan membina SD sesuai dengan ketentuan yang berlaku
2.
Membina kerla sama dengan orang tua, masyarakat, dam
pihak-pihak terkait
3.
Memimpin dan mengkoordinasikan tenaga kependidikan dalam
meningkatkan kual;itas kinerja SD
4.
Membagi habis tugas-tugas kepada guru dan staf Tata Usaha (TU) sesuai dengan tuntutan
kurikulum
5.
Melaksanakan bimbingan, pembinaan, motivasi, pengayoman
kepada guru dan stafr TU dalam pelaksanaan belajar mengajar.
6.
Menciptakan dan mengendalikan
suasana kerja yang kondusif untuk mencapai tujuan (menyenangkan,
harmonis dan dinamis)
7.
Membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi guru maupun
staf TU
8.
Mendorong untuk meningkatkan kemampuan guru dan staf TU
melalui penataran, pelatihan, dan pendidikan lanjutan
9.
Sebagai mediator antara kepala SD, guru, dan staf TU dalam
rangka peningkatan kinerja yang setinggi-tingginya
10.
Secara terus menurus membina dan mengevaluasi pelaksanaan
tugas guru dan staf TU secara obyektif
11.
Mendorng pendayagunaan sarana dan prasarana SD
12.
Merencanakan, melaksanakan penerimaan murid baru
13.
Menyusun kegiatan ekstra kurikuler siswa
BAB III
RENCANA PENGEMBANGAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 10 PELANGSIAN
1.
TUJUAN SEKOLAH
A.
Tujuan Jangka Panjang
1. Terwujudnya ATRAKTIF dan
KREATIF , mampu mencetak peserta didik yang mandiri, bermutu, berprestasi, bertanggung jawab,
displin, berakhlak mulia, unggul dalam IMTAQ dan IPTEK.
2. Tewujudnya penyelenggaraan
dan pegelolaan pendidikan yang professional
B.
Tujuan jangka Menengah
1. Terwujudnya profil sekolah
SDN-10 Pelangsian.
2. Melakukan perbaikan dan
pengembangan program SD yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan zaman
serta berdasar atau berpedoman pada ketentuan berlaku baik dari Pemerintah.
3. Meningkatkan kompetensi dan
profesionalitas tenaga kependidikan sekolah serta memberdayakannya secara
maksimal.
4. Menjalin kemitraan strategis
dengan stake holder sekolah dan instansi terkait lainnya.
C.
Tujuan Jangka Pendek
1. Meningkatkan kualitas kehidupan
di sekolah
a. Setiap peserrta didik
berakhlak mulia, beriman dn bertakwa kepada Allah SWT serta terlatih menjalan
kan ibadah dengan tertib, baik dan benar.
b. Meningkatkan pemahaman dan
penghayatan anak didik terhadap ajaran agama
2. Meningkatkan kualitas
akedemik
a. Meningkatkan pehaman guru
terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
b. Meningkatkan kegiatan KKG di
sekolah dan diluar sekolah.
c. Meningkatkan efektifitas
proses belajar anak didik
d. Meningkatkan prestasi
belajar anak sehingga siap untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang
selanjutnya
3. Bidang olahraga dan seni
a. Meningkatkan prestasi
olahraga yang pariatif sesuai dengan perkembangan anak.
b. Mewujudkan adanya sanggar seni tari, lukis dan music untuk peningkatan aspresiasi
siswa bidang seni tari, lukis dan music
4. Bidang lingkungan
a. Menanamkan kecintaan
terhadap lingkungan alam dan social
b. Mningkatkan wawasan peserta
didik tentang pemanfaatan lingkungan
5. Bidang keterampilan
vokasional
a. Membekali keterampilan dasar
senni music, tari dan lukis
b. Membekali dasar ilmu
computer
6. Bidang kesejahtraan anak
didik
a. Meningkatkan pemeriksaan
kesehgatan mental dan fisik dengan tenaga pelaksana dokter ahli dan psikolog
b. Meningkatkan tambahan
makanan bergizi bagi anak didik
7. Bidang kesejahtraan guru dan
karyawan
a. Meningkatkan kesejahteraan
guru dan karyawan
b. Member pembekalan mental keagaman
secara rutin setiap tahun
8. Meningkatkan jumlah calon peserta didik yang
baru masuk pada tahun pelajaran 2009/2010
9. Setiap Peserta didik
mempunyai kepercayaan tinggi terhadap dirinya sendiri, sehingga dapat mengembangkan diri secara maksimal.
10. Meningkatkan kedisiplinan
Peserta didik
IV. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA YANG DI HADAPI SEKOLAH.
Tantangan nyata yang di
hadapi sekolah adalah :
1. Bidang IMTAQ dan
kedesiplinan
a. Ada sebagian siswa yang
pemahaman agamanya masih rendah
b. Kurangnya motivasi para
orang tua Peserta didik dalam melatih dan meciptakan kehidupan yang islami pada
putranya
c. Sebagai sekolah guru sangat
dituntut untuk memahami fungsi keteladanan pada anak didik.
d. Semua siswa diharapkan
berakhlak mulia dan menjalankan ibadah dengan tertib, baik dsan benar. Akan
tetapi masih ada sebagian siswa yang
akhlaknya belum baik dan masih kurang dalam menjalankan ibadah. Tantangan nyata
sekolah adalah menjadikan peserta didik berakhlak mulia, meningkatkan iman dan
taqwanya.
2. Bidang Akademik
a. Untuk menyelenggarakan
pendidikan dengan kegiatan belajar dan mengajar
sesuai dengan prinsip pendidikan diperlukan dedikasi dan pemahaman guru
terhadap tugas dan profesinya, sementara kenyataan dilapangan pemahaman guru
terhadap tugas dan profesinya masih kurang.
b. Kegiatan KKG (Kerja Kelompok
Guru) sangat mendukung peningkatan kualitas guru dalam mengajar, akan tetapi
kegiatan KKG sementara temapt bermain bebas juga masih dalam proses pembangunan
sehingga menjadi tantangan bagi sekolah untuk dapat melengkapinya.
c. Ruang UKS dan Perpusatakaan
adalah sarana penunjang keberhasilan Kegiatan Belajar Mengajar disekolah, saat
ini kedua ruang tersebut masih dalam proses pembangunan dan menjadi tantangan
sekolah untuk bisa segera menyelesaikan pembangunan ruang UKS dan Perpustakaan.
d. Meningakatkan kualitas
pendidikan salah satunya ditentukan oleh
sarana perpustakaan dengan koleksi buku yang lengkap, akan tetapi
sekolah belum cukup banyak memilki koleksi buku khususnya buku-buku ilmu
pengetahuan dasar.
e. Abad 21 adalah abad
Teknologi Informasi (TI) dimana peran computer dalam pendidikan sangat tinggi
sehingga mutlak diperlukan, sementara dalam hal ini sekolah belum ada computer
khusus untuk anak dan menjadi tantangan
bagi sekolah untuk segera memiliki laboratorium komputer lengkap dengan
sarana penunjangnya.
f. Untuk mengembangkan bakat
dan minat peserta didik dalam bidang seni, baik seni music, seni tari maupun
lukis diperlukan sebuah sanggar sebagai pusat kegiatan seni peserta didik,
sekolah dihadapkan pada satu tantangan untuk bisa mewujudkannya karena saat ini
sekolah baru memilki sanggar melukis itupun belum optimal.
5.
Bidang Kesejahteraan
a. Masih kurangnya hubungan/
komunikasi dan jalinan kerja sama antara guru, karyawan dengan anak didik
beserta keluarganya.
b. Layanan pemeriksaan
kesehatan fisik dan mental / psikis yang belum optimal
c. Kesadaran dan minat anak
untuk mengkonsumsi ikan serta susu segar masih sangat rendah.
d. Masih kurangnya pembekalan
mental spiritual / keagamaan bagi guru dan karyawan
e. Gaji/ honor guru dan
karyawan masih di bawah UMR
f. Dana tunjangan kesehatan
guru dan karyawan juga masih perlu mendapat perhatian karena masih jauh dari
standar kelayakan
g. Tunjangan / tabungan hari
tua guru karyawan masih perlu dioptimalkan lagi, sehingga guru dan karyawan
dapat menjalankan tugas dengan tenang sehingga akan menghasilkan kinerja yang
bagus dan optimal karena kesejahteraan hari tua tidak menjadi beban bagi dirinya.
h. Sekolah telah menjuarai
lomba UKS tingkat provinsi dan sedang diuji cobakan untuk tingkat nasioanl,
tantangan sekolah adalah mewujudkan UKS yang berkualitas dan mencapai standar
nasional
V. MENTUKAN SASARAN SEKOLAH
Sasaran yang ingin dicapai
sekolah adalah :
1. Menciptakan kehidupan islami
disekolah disertai meningkatnya iman dan taqwa peseta didik kepada Allah SWT.
2. Meningkatkan kualitas
akademik sekolah.
3. Melengkapi sarana prasarana
pendukung kelancaran kegiataan belajar mengajar.
4. Meningkatkan kemampuan dan
keterampilan siswa dalam bidang bahasa jawa, bahasa arab, bahasa inggris dan
computer.
VI. IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI UNTUK MENCAPAI SETIAP SASARAN
Seklah Dasar melakukan
identifikasi fungsi-fungsi agar sasaran yang telah ditentukan dapat dicapai.
Dalam hal ini sekolah melakukannya dengan cermat dan teliti, jangan sampai
keliru dalm menetapkan fungsi-fungsi karena hasil analisis akan menyimpang
sehingga tidak akan menyelesaikan masalah yang dihadapi. Fungsi-fungsi tersebut
adalah : ( Lihat tabel)
Identifikasi fungsi-fungsi untuk mencapai tiap sasaran
|
No.
|
Fungsi-fungsi
|
Faktor Internal
|
Faktor Eksternal
|
|
|
1.
2.
3.
|
Kurikulum
Proses belajar
mengajar (PBM)
Keterangan
|
§ Dokumen kurikulum
§ Silabus mata pelajaran
§ Jadwal pelajaran
§ Program evaluasi
§
Motivasi belajar peserta didik
§
Perilaku peserta didik
§
Motivasi guru
§
Pendekatan dan metode mengajar
§
Interaksi guru dan peserta didik
§
Penggunaan waktu belajar
§
Jumlah guru
§
Kualifikasi pendidikan guru minimal D1/D2
§
Kesesuaian ijazah guru
§
Beban mengajar guru
§
Kompetensi guru
§
Jumlah karyawan
|
§ Tuntutan masyarakat
§ Karakteristik peserta
didik
§ Kemampuan peserta didik
§ Kesiapan peserta didik
menerima pelajaran
§ Kesiapan guru mengajar
§ Dukungan orang tua
§ Lingkungan sosial sekolah
§ Lingkungan fisik sosial
§ Pengalaman mengajar guru
§ Kesiapan mengajar guru
§ Fasilitas pengembangan
diri
§ Kesejahteraan guru
§ Hubungan dan kerjasama
antar guru
|
|
|
No.
|
Fungsi-Fungsi
|
Faktor internal
|
Faktor eksternal
|
|
|
4.
5.
|
Sarana dan Prasarana
Keuangan
|
§ Jumlah ruangan yang
diperlukan
§ Kelengkapan sarana
prasarana tiap ruang
§ Kelengkapan sarana
prasarana tiap ruang
§ Media /alat peraga penunjung pembelajaran
§ Kebersihan dan kerapian
ruang sekolah
§ SPP Peserta didik
§ Sumbangan BP3/Komite
Sekolah
§ Dana pengembangan sekolah
|
§ Dukungan orang tua dalam
melengkapi sarana prasarana sekolah
§ Kerjasama dengan sekolah
lain dan pihak terkait lainnya
§ Kesesuaian sarana penunjang
dengan potensi daerah dan perkembangan IPTEK
§ Subsidi pemerintah
§ Dari distribusi kantin /
koperasi sekolah
§ Dari donatur
|
|
VII. ANALISIS
SWOT (strengths/Kekuatan, Weakness/Kelemahan,
Opportunities/Peluang, Threats/Tantangan/Ancaman)
DALAM PENINGKATAN AKADEMIK
Tabel – 1 Analisis SWOT untuk Sasaran -1 :
PENINGKATAN KUALITAS AKADEMIK
|
Fungsi dan Faktornya
|
Kriteria Kesiapan
(Kondisi Ideal)
|
Kondisi Nyata
|
Tingkat
Kesiapan Faktor
|
|
|
Siap
|
Tidak
|
|||
|
A. Proses
Belajar Mengajar (PBM):
1. Faktor Internal
a. Dokumen
kurikulum
b. Silabus
c. Program
evaluasi
d. Materi
evaluasi
e. Rencana
Pembelajaran
f. Jadwal
kegiatan
g. Motivasi
belajar siswa
h. Perilaku
peserta didik
i. Motivasi
guru
j. Pendekatan
dan metode mengajar
k. Interaksi
guru dan peserta didik
l. Pemberdayaan
peserta didik
m. Penggunaan
waktu belajar
n. Program
evaluasi
o. Buku
pegangan guru
p. Alat
peraga guru
|
Ada dan lengkap
Ada
Ada
Ada
Semua guru membuat
Ada
Tinggi
Disipilin dan tertib
Tinggi
Bervariasi
Baik/ akrab
Guru mampu memberdayakan
Peserta didik
Efektif
Semua guru melaksanakan
ada
|
Ada dan lengkap
Ada dan mencioba yang baru
Ada
Ada
Semua guru membuat
Ada
Tinggi
90%
Tinggi
Bervariasi
Baik / akrab
Guru memberdayakan
siswa
Efektif
Semua guru melaksanakan
Ada
Ada dan buatan guru
|
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
|
|
|
2. Faktor Eksternal
a.
Kesiapan peserta didik menerima pelajaran
b.
Kemampuan peserta didik
c.
Kesiapan guru mengajar
d.
Dukungan orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar
e.
Lingkungan sosial sekolah
f.
Lingkungan fisik sekolah
g.
Tuntutan masyarakat
h.
Dukungan masyarakat
|
Peserta
didik
Siap
menerima pelajaran
Baik
Semua
guru siap mengajar
Tinggi
Baik/kondusif
Nyaman/tenang
Tinggi
Tinggi
|
Peserta
didik
Siap
menerima pelajaran
Baik
Guru
siap mengajar
Cukup
Baik/kondustif
Nyaman/tenang
Tinggi
Tinggi
|
V
V
V
V
V
V
V
V
|
V
|
|
B. Fungsi
Pendukung PBM Ketenangan
1. Faktor Internal
a.
Jumlah guru
b.
Kualifikasi pendidikan guru
c.
Kesesuaian ijazah guru
d.
Beban mengajar guru
e.
Kompetensi guru
f.
Jumlah karyawan
|
Sesuai kebutuhan
Minimal D1 / D2
100% sesuai
Minimal 18 jam
Sangat baik
Sesuai dengan kebutuhan
|
Sesuai kebutuhan
76%
76%
24 jam
Sangat baik
Sesuai dengan kebutuhan
|
V
V
V
V
V
V
|
|
|
2. Faktor Eksternal
a.
Pengalaman mengajar guru
b.
Kesiapan mengajar guru
c.
Fasilitas pengembangan diri
d.
Kesejahteraan guru
e.
Hubungan dan kerjasama antar guru
f.
Pengalaman mengajar guru
|
Rata-rata ≥ 4 tahun
100% guru siap mengajar
Ada dan terprogram
Diperhatikan
Sangat baik
Rata-rata diatas 5 tahun
|
76%
Guru siap mengajar
Ada dan terprogram
Diperhatikan
Sangat baik
61,54%
|
V
V
V
V
V
V
|
|
|
Fungsi dan Faktornya
|
Kriteria Kesiapan
(Kondisi Ideal)
|
Kondisi Nyata
|
Tingkat
Kesiapan Faktor
|
|
|
Siap
|
Tidak
|
|||
|
C. Fungsi
Pendukung PBM Sarana Prasarana
1. Faktor Internal
a.
Jumlah ruang yang diperlukan
b.
Kelengkapan sarana prasarana tiap ruang
c.
Media / alat peraga penunjang pembelajaran
d.
Kebersihan dan kerapian ruang sekolah
e.
Sumber daya manusia pengelola sekolah
|
Sesuai dengan kebutuhan
Sesuai dengan kebutuhan
Ada dan lengkap
Bersih dan rapi
Kompeten dan motivasi tinggi
|
Masih perlu pengembangan
Sesuai dengan kebutuhan
Masih perlu pengembangan
Bersih dan rapi
Motivasi tinggi
|
V
V
V
|
V
V
|
|
2. Faktor Eksternal
a.
Dukungan orang tua dalam melengkapi sarana prasarana sekolah
b.
Kerjasama dengan sekolah lain dan pihak terkait lainnya
c.
Kesesuaian sarana penunjang dengan potensi daerah dan perkembangan
ipteks
|
Mendukung
Ada kerjasama
Tingkat kesesuaiannya tinggi
|
Sangat mendukung
Ada kerjasama
Sesuai
|
V
V
V
|
|
|
D. Dana
/ Keuangan
1. Faktor Internal
a.
Uang gedung / infak
b.
SPP
c.
Sumbangan BP3 / Komite sekolah
d.
Dana pengembangan sekolah
|
Ada dan tinggi
Tinggi
Ada
Ada dan terencana
|
Cukup / sedang
Sedang
Ada
Ada dan terencana
|
V
V
V
V
|
|
|
2. Faktor Eksternal
a.
Subsidi pemerintah
b.
Dari distribusi kantin
c.
Dari distribusi koperasi
guru karyawan
d.
Dari donator
dana pengembangan sekolah
|
Ada dan tinggi
Tinggi dan rutin
Tinggi dan rutin
Ada dan banyak
Ada dan sesuai kebutuhan
|
Ada dan cukup
Ada
Tidak ada
Ada
Ada dan sesuai kebutuhan
|
V
V
V
V
|
V
|
Dari analisis SWOT di atas
dapat kita ketahui kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan sekolah sebagai
berikut :
|
INTERNAL
|
EKSTERNAL
|
|
1.
Kuantitas dan
kulaitas guru yang memadai (98% memenuhi syarat)
2.
Lingkungan sekolah
yang kondusif
3.
Adanya dukungan
dan kerjasama dengan masyarakat
4.
Peserta didik
sangat potensial untuk berkembang dan berprestasi
5.
Tingkat
kedisiplinan siswa tinggi
6.
Guru yang
berkulaitas dan dedikasi tinggi
|
1.
Tingginya
dukungan dan kepercayaan pemerintah kepada sekolah
2.
Tingginya
keprecayaan dan minat masyarakat untuk memasukkan putra-putrinya di SDN _ 10
Pelangsian
3.
Dengan adanya
otonomi pendidikan sekolah mendapat kesempatan luas untuk mengenmbangkan
sekolah secara mandiri
|
|
Kelemahan
/ Weakness
|
Tantangan
/ Ancaman / Threats
|
|
1.
Belum
optimalnya kreativitas pesertadidik
2.
Kurangnya
saranan prasarana sekolah khususnya dalam bidang laboratorium, alat peraga
guru dan media bermain anak
3.
Kurangnya
perhatian, partisipasi, dan dukungan orang tua untuk menumbuhkan motivasi
belajar siswa
4.
Adanya
perbedaan paham anatara sekolah dengan pengurus yayasan dalam menentukan
kebijakan pengelolaan sekolah.
|
1.
Adanya sekolah
sejenis yang semakin maju dan memiliki daya kompetensi yang tinggi
2.
Perkembangan
IPTEK menuntut sekolah untuk bisa menyesuaikan
3.
Seakin
tingginya kompetensi alumni untuk bisa masuk SLTP Negeri maupun swasta yang
favorit
4.
Kurikulum2004
lebihb menuntut kemampuan dan motivasi guru dalam mengajar.
|
Tabel – 2 Analisis SWOT untuk Sasaran -2
Peningkatan Kehidupan Islami
|
Fungsi dan Faktornya
|
Kriteria Kesiapan
(Kondisi Ideal)
|
Kondisi Nyata
|
Tingkat
Kesiapan Faktor
|
|
|
Siap
|
Tidak
|
|||
|
A. Fungsi
Ketenagaan
1. Faktor Internal
a. Jumlah
guru agama
b. Kemampuan guru agama dalam
melaksanakan program
c. Program
kerja
d. Motivasi
guru
e. Motivasi pseerta didik
|
cukup
tinggi
ada
Tinggi
Tinggi
|
cukup
ada
Tinggi
Cukup
|
V
V
V
V
|
|
|
2. Faktor Eksternal
a.
Kesadaran semua guru
b.
Kesadaran peserta didik
c.
Dukungan dari guru lain
d.
Dukungan orang tua
|
Tinggi
Tinggi
Sangat
mendukung
Sangat
mendukung
|
Tinggi
Tinggi
Mendukung
kurang
|
V
V
V
|
V
|
|
B. Fungsi
Sarana Prasarana
1. Faktor Internal
a. Masjid di sekolah
b. Peralatan ibadah
c. Tempat wudhu
d. Al-Qur’an / juz amma /
iqro / Qiroati
e. Laboratorium al Islam
|
Ada dan memadai
Ada dan cukup
Adasesuai kebutuhan
Tersedia banyak
Ada
|
Ada
Ada
Ada
Tersedia
Ada
|
V
V
V
V
V
|
|
|
2. Faktor Eksternal
a. Dukungan Departemen Agama
b. Dukungan Orang tua dalam melengkapi sarana
ibadah
c. Dukungan masyarakat sekitar sekolah
d. Alokasi waktu
|
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Cukup
|
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Cukup
|
V
V
V
V
|
|
ALTERNATIF PENYELESAIAN MASALAH :
1. Berdasarkan hasil analisis yang
telah dilakukan pada sasaran pertama, dapat diketahui kesamaan dan ancaman yang
dihadapi sekolah. Untuk fungsi pendukung PBM yang menjadi kelemahan sekolah
adalah : Belum optimalnya kretivitas peserta didik, kurangnya sarana prasarana
sekolah khususnya dalam bidang laboraturium ; alat peraga guru dan media
bermain anak; kurangnya perhatian, partisipasi, dan dukungan orang tua untuk
menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Sementara yang menjadi ancaman
sekolah adalah ; adanya sekolah sejenis yang semakin maju dan memiliki daya
kompetiosi yang tinggi ; Perkembangan IPTEK menuntut sekolah untuk bisa
menyesuaikan , semakin tingginya kompetisi alumni untuk masuk SMP Negeri maupun
Swasta ; Kurikulum 2004 lebih menuntut kemampuan dan motivasi guru dalam
mengajar.
Untuk mengatasi
kelemahan dan ancaman yang dihadapi sekolah, selanjutnya sekolah mencoba
merumuskan alternatif langkah penyelesaian masalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan kreativitas
peserta didik
Dari
analisis SWOT dapat dilihat bahwa ancaman sekolah terletak pada belum
optimalnya kreativitas siswa. Apabila hal ini tidak segera dicari jalan
keluarnya maka sekolah bisa terancam kegagalan dalam mendidik siswanya karena
pendidik Sekolah Dasar adalah menumbuhkan kemampuan mengekspresikan dirinya
secara bebas spontan dalam kegiatan bermain dan suasana gembira serta
mengembangkan kretaivitas anak sehingga anak dapat memberdayakan semua potensi
yang dimiliki secara optimal. Dalam hal ini sekolah perlu melakukan inovasi dalam
pembelajaran, suasana belajar dibuat menyenangkan media yang naik seperti audio
visual misalnya sehingga peserta didik menjadi lebih tertarik dan ada motivasi
untuk belajar.
b. Menggerakkan kegiatan KKG
(Kerja Kelompok Guru)
Melalui
KKG sekolah diharapkan banyak persoalan dapat diatasi karena kegiatan KKG
sangat mendukung peningkatan kualitas guru dalam mengajar. Kurang bervariasi
dan kreativitas guru dalam menggunakan metode mengajar akan dapat didiskusikan
sehingga akan dapat ditemukan metode mengajar yang tepat, bervariasi dan
kreativ dalam mengajarkan setiap matapelajaran. Disamping itu perkembangan
kemajuan belajar peserta didik juga dapat dievaluasi.
c. Peningkatan kualitas guru
Meskipun
secara umum kualitas guru tidak mengecewakan, akan tetapi sekolah senantiasa
berusaha meningkatkan kualitas guru dalam mengajar. Oleh karena itu untuk
meningkatkan kemampuan guru dalam mengajarsekolah member kesempatan kepada guru
untuk mengembangkan kemampuannya dengan jalan mengirim guru mengikuti berbagai
pelatihan, seminar, lokakarya, penataran dan sebagainya yang terkait dengan
penyelenggaraan pendidikan di SD. Apabila sekolah mampu maka sekolah dapat
membuat program pelatihan khusus penggunaan metode mengajar dan peningkatan
kreativitas kepada semua guru. Guru juga diberikan kesempatan untuk mengikuti
pendidikan lanjutan sehingga kualitas guru akan menjadi meningkat. Meningkatnya
kualitas guru diharapkan akan dapat pula meningkatkan kualitas PBM di sekolah.
d. Pengadaan sarana prasarana
Dalam
penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Dasar alat peraga dan alat bermain anak
mutlak diperlukan dan kelengkapan alat peraga guru, alat musik, perlengkapan
pentas dan alat bermain anak sangat mendukung keberhasilan penyelenggaraan
pendidikan di Sekolah Dasar.
e. Pemberdayaan peserta didik
Meningtkanpembinaan
dan pemahaman terhadap guru akan pentingnya pemberdayaan peserta didik, dengan
pemberdayaan peserta didik maka potensi yang dimiliki anak akan dapat
dikembangkan secara maksimal hal ini sesuai dengan salah satu fungsi SD yaitu
mengembangkan seluruh kemampuan yang dimiliki anak sesuai dengan tahap
perkembangannya.
f. Pengadaan laboratorium
peternakan dan pertanian
Untuk
mengenalkan anak tentang pertanian dan peternakan sekaligus member bekal sejak
dini akan pentingnya memiliki keterampilan hidup, maka diperlukan adanya satu
media sebagai laboratorium dimana peserta didik dapat melakukan praktek
pertanian dan peternakan. Melalui praktek ini pula diharapkan peserta didik
akan dapat mengenal dan memahami bagaimana kerja peternak dan petani.
g. Mengembangkan perpustakaan
Dari
hasil analisis dapat diketahui bahwa perpustakaan sekolah dilihat dari segi
sarana dan prasarananya masih perlu untuk dikembangkan berikut beberapa yang
bisa dilakukan untuk mengembangkan perpustakaan :
Buku-buknya
harus ditambah baik jumlah maupun jenisnya sehingga dapat memenuhi kebutuhan
siswa dan guru. Menjalin kerjasama dengan perpustakaan lain yang lebih lengkap
sarana prsaranannya maupun koleksi bukunya. Mengikutsertakan petugas
perpustakan untuk mengikuti penataran dan pelatihan pengelolaan perpustakaan.
Untuk menambah koleksi buku, setiap peserta didik yang telah selesai belajar
diminta untuk menyumbangkan satu buku kepada sekolah sebagai tanda syukur.
h. Meningkatkan penggalian dana
Sebuah
sekolah (SD) akanmenjadi sekolah (SD) yang berkualitas atau unggul tentunya
bila sekolah tersebut selalu melakukan inovasi dengan mengembangkan berbagai
program peningkatan mutu sekolah (SD). Untuk melaksanakan program itu tentunya
dibutuhkan banyak biaya, sementara mengandalkan dana yang ada tentunya sangat
tidak mungkin. Untuk itu sekolah perlu melakukan terobosan-terobosan dengan
membuat proposal untuk pengembangan sekolah dan diajukan pada pihak-pihak
terkait yang menyandang dana.
2. Berdasarkan hasil
analisis terhadap sasaran ke-2 Menciptakan Kehidupan Islami di Sekolah, maka
dapat diketahui kelemahan dan ancaman sekolah dalam menciptakan kehidupan
Islami di sekolah. Adapun kelemahan dan ancaman tersebut adalah ; masih perlu
peningkatan ruh Islami bagi guru dan orang tua, belum tumbuh kesadaran peserta
didik untuk beribadah, motivasi peserta didik juga masih harus ditingkatkan
(rendah), kurangnya dukungan dari orang tua. Untuk mengatasi permasalahan pada
sasaran – 2, sekolah telah mempersipakan alternatif untuk mengatasi
masalah-masalah tersebut yakni :
1. Membentuk tim penanggung
jawab pelaksanaan kehidupan Islami di sekolah.
2. Membuat program peningkatan
kehidupan Islami
3. Meningkatkan kesadaran
peserta didik untuk beribadah
4. Menghimbau kepada orang tua
peserta didik untuk mendukung pelaksanaan kehidupan Islami di sekolah
5. Menambah waktu pelaksanaan
latihan ibadah sholat khusus kelompok B
6. Pengadaan buku pedoman
kehidupan Islami untuk orang tua dalam membina putra / putrinya di sekolah
7. Meningkatkan gerakan infak
Jum’at
8. Menyalurkan hasil infak
Jum’at untuk melatih peserta didik peduli kaum dhuafa’ dan anak yatim
9. Meningkatkan inovasi
pembelajaran kehidupan Agama Islam
VII. MENYUSUN PROGRAM
PENINGKATAN MUTU SEKOLAH
Sasaran 1 :
Meningkarkan kualitas akademik
Rencana :
Sebagai upaya
untuk meningkatkan kualitas akademik sekolah (SD) telah menentukan beberapa
program, diantaranya meningkatkan motivasi belajar dan kreativitas anak,
menggerakkan KKG sekolah (SD), meningkatkan kualitas guru, memberdayakan
peserta didik, pengadaan laboratorium peternakan dan pertanian, pengembangan
perpustakaan, dan meningkatkan penggalian dana.
Program 1 :
Meningkatkan motivasi dan kreativitas peserta didik
Rincian Program :
1) Menciptakan suasana belajar
yang nyaman dan menyenangkan.
2) Menyelenggarakan kegiatan
pesona pagi dengan materi bahasa, matematika, IPA, IPS, Agama
3) Melengkapi fasilitas yang
diperlukan dalam PBM
4) Memberikan hadiah kepada
peserta didik yang berprestasi
5) Penggunaan matode yang
berfariasi
6) Menempatkan peserta didik sesuai
dengan prestasi, bakat, dan minatnya
7) Meningkatkan hubungan dengan
komunikasi guru dengan peserta didik
Program 2 :
Mengerjakan KKG Sekolah
Rincian Program :
1) Membentuk KKG sekolah di
bawah koordinasi kepala SD
2) Melakukan pertemuan secara
periodik baik untuk membahasan berbagai masalah pelajaran di sekolah maupun
untuk mendiskusikan hasil pertemuan KKG Gugus dan Kecamatan
3) Melakukan pertemuan rutin
sebulan sekali untuk membahas dan mencari alternatif solusi terhadap
permasalahan yang dihadapi
4) Meningkatkan kerja sama
antar guru, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengajaran
5) Dua kali dalam satu semester
mengundang pembicara ahli dari luar untuk membahas materi pelajaran tertentu
atau untuk mengenalkan inovasi baru dalam bidang pendidikan
6) Membuat Bank materi evaluasi
Program 3 :
Meningkatkan Kualitas Guru
Rincian program :
1) Member kesempatan pada guru
untuk melanjutkan studi.
2) Menyediakan fasilitas sarana
prasarana dan dana bagi guru untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas
mengajarnya
3) Mengirimkan atau member
mandat guru untuk mengikuti berbagai diklat, pelatihan, penataran, seminar dan
kegiatan-kegiatan ilmiah lainnya yang relevan dengan pendidikan pra sekolah
4) Mengadakan pelatihan
penggunaan metode dan media mengajar yang efektif dan efesien
5) Menyediakan buku-buku
penunjang sebagai pegangan guru dalam mengajar
6) Mengadakan studi banding ke
beberapa Lembaga Pendidikan SD yang berkualitas
7) Member kesempatan kepada
guru untuk mengikuti berbagai lomba keterampilan / kreativitas dan seleksi guru
teladan / berprestasi
Program 4 :
Pemberdayaan Peserta Didik
Rincian Program :
1) Member kesempatan kepada
siswa seluas-luasnya untuk melakukan berbagai kegiatan yang sesuai dengan
program SD untuk mendukung perkembangan sikap, prilaku, perkembangan, keterampilan
dan dayacipta anak didik untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya
(Kepmendikbud No. 0486/U/1992)
2) Memberi banyak kesempatan
kepada anak didik mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki secara maksimal
Program 5 :
Pengembangan Perpustakaan
Rincian Program :
1) Menyusun program
pengembangan perpustakaan
2) Pengadaan ruang khusus
perpustakaan yang representative, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik
3) Mengidentifikasi kebutuhan
buku untuk guru maupun peserta didik
4) Menambah sarana dan prasarana
perpustakaan khususnya computer kid
5) Menambah koleksi buku sesuai
dengan anggaran dan kebutuhan
6) Menjalin kerja sama dengan
instansi terkait, khususnya perpustakaan lain yang lebih baik dan lebih lengkap
koleksi bukunya
7) Mengirim petugas untuk
mengikuti penataran atau pelatihan, sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan
petugas
8) Mengadakan gerakan cinta
membaca buku
9) Melatih anak membuat kliping
artikel-artikel yang menunjang pengembangan iptek dan kreativitas peserta didik
10) Melaksanakan tertib
administrasi perpustakaan SD
Program 6 :
Penggalian data
Rincian Program :
1) Meningkatkan gerakan amal
jariah
2) Membuat proposal untuk
setiap program kegiatan pengembangan sekolah dan diajukan pada pihak-pihak
terkait sebagai penyandang dana yang peduli dengan pendidikan
3) Mengembangkan kegiatan
ekonomi sekolah yang menghasilkan dana tambahan bagi kegiatan sekolah seperti
koperasi dan kantin sekolah (income
generating unit)
Program 7 :
Pengadaan sarana dan prasarana sekolah
1) Pengadaan laboratorium /
tempat latihan perkebunan dan peternakan
2) Menyelesaikan penggunaan
ruang UKS, Perpustakaan dan ruang bermain bebas di dalam
3) Pengadaan computer khusus
adan untuk kegiatan computer kid
4) Melengkapi alat peraga dan
bermain anak
Sasaran 2 :
Melengkapi sarana prasarana pendukung kelancaraan kegiatan belajar mengajar
Rincian Program :
1) Membangun ruang perpustakaan
2) Membangun ruang kantor
kepala SD
3) Membangun ruang kantor TU
4) Membangun ruang guru
5) Membangun ruang bermain
bebas di dalam
6) Membangun ruang UKS
7) Pengadaan laboratorium
berkebun dan beternak
8) Pengadaan computer kid
9) Pengadaan alat bermain
diluar (bak air permanent, lapangan sepak bola mini)
BAB IV
PELAKSANAAN RENCANA PENGEMBANGAN
SDN 10 PELANGSIAN
A.
Langkah-langkah Pelaksanaan
Kegiatan
1. Pembentukan tim pelaksana
pengembangan SD
2. Menentukan jadwal
pelaksanaan kegiatan
3. Melaksanakan kegiatan sesuai
dengan program yang sudah ditentukan
4. Melaksanakan evaluasi hasil
pelaksanaan kegiatan
5. Melakukan tindak lanjut /
follow up, antara lain dengan menyelenggarakan sarasehan pendidikan dengan
menghadirkan mantan wali murid dan komponen sekolah / stake holder sekolah
B.
Indikator Keberhasilan
1. Meningkatnya motivasi
belajar dan kretivitas peserta didik
2. Meningkatnya fungsi KKG di
sekolah maupun diluar
3. Meningkatnya kualitas guru
4. Menungkatnya peran serta
peswerta didik dalam proses belajar mengajar
5. Terwujudnya perpustakaan
yang memadai / representative
6. Meningkatnya jumlah dana
yang masuk
7. Meningkatnya kehidupan
Islami di sekolah
C.
Faktor Pendukung
1. Kuantitas dan kulitas guru
yang memadai (98% memenuhi syarat)
2. LIngkungan dan sekolah yang
kondusif
3. Adanya dukungan dan kerja
sama dengan masyarakat
4. Peserta didik sangat potensial
untuk berkembang dan berprestasi
5. Tingkat kedisipilinan
peserta didik tinggio
6. Guru yang berkulaitas dan
dedikasi tinggi
7. Tingginya dukungan dan
kepercayaan pemerintah kepada sekolah
8. Tingginya kepercayaan dan
minat masyarakat untuk memasukkan putra-putrinya di SDN – 10 Pelangsian
9. Denngan adanya otonomi
pendidikan sekolah mendapat kesempatan luas untuk mengembangkan sekolah secara
mandiri
D.
Faktor Penghambat
1. Kurangnya dukungan orang tua
dalam pelaksanaan program pengembangan sekolah
2. Ada sebagian guru yang tidak
bisa bergerak cepat dan lincah dalam melaksanakan tugasnya.
3. Adanya perbedaan paham
antara sekolah dengan pihak pengurus yayasan