SDN - 10 Pelangsian

SDN - 10 Pelangsian
foto - foto profil

Senin, 12 Maret 2012

SDN – 10 PELANGSIAN
Alamat : Jl. Hm. Arsyad  Km. 09 ,  Desa Eka  Bahurui,
Kecamatan  MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur ( Sampit)
Provinsi Kalimantan Tengah.













Upaya Peningkatkan Kemampuan Guru
Dalam Melaksanakan Proses Pembelajaran
PAKEM Di Kelas Melalui  Supervisi Akademik di SDN 10 Pelangsian 

RENCANA PENGEMBANGAN SDN – 10 PELANGSIAN



A.    Latar Belakang

Kebijakan politik tentang otonomi dan desentralisasi yang dimulai dengan lahirnya Undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang nomor 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah membawa implikasi positif kea rah desentralisasi pendidikan dan pemberdayaan sekolah sebagai satuan pelaksana pendidikan yang paling strategis.

Otonomi merupakan pelaksanaan dari sitem desentralisasi pendidikan dimaksudkaN sebagai pelimpahan wewenang dankepercayaan untuk menyelenggarakan pendidikan dan pemerintah pusat langsung kepada sekolah. Oleh karena itu diera globalisasi dan perkembangan IPTEK yang demikian pesatnya, sekolah dituntut kemandiriannya dalam mengembangkan sekolah. Sudah menjadi keniscayaan bila Perencanaan Pengembangan Sekolah dalam sebuah satuan pendidikan di tingkat Sekolah Dasar dibuat dalam rangka meningkatkan mutu dan mengembangkan potensi yang ada secara maksimal.

Sekolah Dasar adalah lembaga pendidikan yang sangat fundamental, oleh karena itu harus dipersiapkan secara professional dalam pengelolaannya sehingga akan dapat mendukung program pemerintah untuk mencapai tujuan pendidikannasional.

Perubahan pola manjemen pendidikan dari sentralistik menjadi manajemen berbasis sekolah menuntut sumberdaya manusia ditingkat sekolah untuk berani mengambil keputusan dan membuat program sesuai dengan kebutuhan dan daya dukung yang dimilkisekolah. Sementara untuk memperoleh hasil yang dukung dimilki oleh sekolah. Sementara untuk memperoleh hasil yang maksimal maka dalam pelaksanaannya diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak yang terkait.

B.     Dasar Hukum

1.      Undang-undang R.I.Nomor 25 tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) tahun 2002-2004 antara lain dijelaskan “.. Program pembinaan pendidikan dasar dan prasekolah bertujuan untuk (1) memperluas jangkauan dan daya tamping SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), SLTP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan lembaga pendidikan prasekolah sehingga menjangkau anak-anak dari seluruh masyarakat …”

2.      Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, antara lain disebutkan :
Ø  Pasal 8 ayat (2) berbunyi “pendidikan usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur formal, non formal, dan informal, dan ayat (3) berbunyi “pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk Sekolah Dasar atau bentuk lainnya yang sederajat.
Ø  Pasal 46 ayat (1) berbunyi “ Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah, dan masyarakat.
Ø  Pasal 54 ayat (1) dijelaskan “peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan, kelompok,  kelurga, profesi, pengusaha, dan organisasi kemasyarakatan dalam penyelenggaraan dan pengebdalian mutu peranan pendidikan

3.      Peraturan pemerintah Nomor 38 Tahun 1992 ytentang Tenaga Kependidikan

4.      Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 tahun 1990 tentang Pendidikan Prasekolah

5.      Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 1992 tentang peran serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional.

C.    Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan Rencana Pengembangan Sekolah Dasar Negeri 10 Pelangsian adalah:
1.      Meningkatkan prestasi kerja kepala, guru dan staf tata usaha SD baik secara individu maupun sebagai kelompok dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di SD
2.      Meningkatkan minat dalam pengembangan  pribadi bagi seluruh warga SD
Yaitu : Kepala, guru dan staf tata usaha, penjaga dan anak didik SD
3.      Peningkatan produktivitas Sumber Daya Manusia warga SD
4.      Meningkatkan daya saing yang positif diantara sesame rekan kerja
5.      Membangun / menjalin kerjasama yang positif dan memberdayakan semua komponen / stake holder sekolah dalam mencapai Visi dan Misi sekolah.
D.    Ruang Lingkup

1.      Sekolah sebagai suatu system dan hubungannya dengan masyarakat
2.      Kinerja Sekolah Dasar
3.      Penilaian Kinerja Sekolah Dasar


BAB II
SEKOLAH DASAR SEBAGAI SUATU SISTEM

A.    Pengertian Sistem

Sistem adalah suatu totalitas (keseluruhan) yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen, antara abgian/komponen yang satu dengan bagian/komponen yang lainnya, sehingga membentuk kerja snergis, dalam rangka mencapai tujuan. Setiap bagian atau komponen harus berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga system dapat berjalan dengan normal.

Konsep kerja system terdiri dari input-proses-output. Sekolah Dasar sebagai system terdiri dari beberapa komponen, satu komponendengan komponen yang lainnya saling terkait, saling ketergantungan, dan saling membutuhkan dalam rangka mencapai tujuan Sekolah Dasar. Apabila ada satu komponen mengalami hambatan, maka komponen lainnya akan ikut terhambat pula. Oleh karena itu, diperlukan adanya ream work yang solid diantara warga SD dan sumber daya lainnya dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di SD.

Komponen-komponen yang dimaksud adalah :
1.      Peserta didik/siswa ( sebagai Row Input )
2.      Kurikulum/ proses belajar mengajar
3.      Administrasi/ manajemen sekolah
4.      Organisasi/ kelembagaan sekolah
5.      Sarana dan prasarana
6.      Ketenagaan
7.      Pembiaayaan
8.      Peran serta masyarakat
9.      Lingkungan/ kultur sekolah
10.  Keluaran (out put)

B.     Mutu Sekolah Dasar

Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia (SDM) mulai sejak usia dini. Hal ini dilakukan agar Sumber Daya Manusia Indonesia (SDM) mampu bersaing deengan SDM dari Negara lain.

Peningkatan mutu pendidikan harus dimulai sejak SD. Karena, SD merupakan lembaga pendidikan yang mempersiapkan anak masuk kejenjang pendidikan yang lebih tinggi seperti SLTP/MTs. Oleh karena itu, sejak dari SD sudah mulai diperkanalkan dengan agama, ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan harapan bahwa setelah anak tamat SD benar-benar mempunyai persiapan untuk masuk SLTP/MTs dan dapat mempersiapkan menjadi SDM yang bermutu tinggi.

Untuk membuat pendidikan berkualitas, guru merupakan salah satu kunci utama dalam peningkatan mutu pendidikan SD. Guru adalah sosok yang paling berperan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dikelas. Oleh karena itu, guru harus mempunyai kemampuan merancang kegiatan belajar mengajar yang baik yaitu Pembelajaran yang Aktif Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM).

C.    Tugas dan fungsi Kepala Sekolah Dasar

Tugas dan fungsi kepala SD meliputi :
1.      Memimpin dan membina SD sesuai dengan ketentuan yang berlaku
2.      Membina kerla sama dengan orang tua, masyarakat, dam pihak-pihak terkait
3.      Memimpin dan mengkoordinasikan tenaga kependidikan dalam meningkatkan kual;itas kinerja SD
4.      Membagi habis tugas-tugas kepada guru dan staf  Tata Usaha (TU) sesuai dengan tuntutan kurikulum
5.      Melaksanakan bimbingan, pembinaan, motivasi, pengayoman kepada guru dan stafr TU dalam pelaksanaan belajar mengajar.
6.      Menciptakan dan mengendalikan  suasana kerja yang kondusif untuk mencapai tujuan (menyenangkan, harmonis dan dinamis)
7.      Membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi guru maupun staf  TU
8.      Mendorong untuk meningkatkan kemampuan guru dan staf TU melalui penataran, pelatihan, dan pendidikan lanjutan
9.      Sebagai mediator antara kepala SD, guru, dan staf TU dalam rangka peningkatan kinerja yang setinggi-tingginya
10.  Secara terus menurus membina dan mengevaluasi pelaksanaan tugas guru dan staf TU secara obyektif
11.  Mendorng pendayagunaan sarana dan prasarana SD
12.  Merencanakan, melaksanakan penerimaan murid baru
13.  Menyusun kegiatan ekstra kurikuler siswa



BAB III
RENCANA PENGEMBANGAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 10 PELANGSIAN

1.      TUJUAN SEKOLAH

A.    Tujuan Jangka Panjang
1.      Terwujudnya ATRAKTIF dan KREATIF , mampu mencetak peserta didik yang mandiri,  bermutu, berprestasi, bertanggung jawab, displin, berakhlak mulia, unggul dalam IMTAQ dan IPTEK.
2.      Tewujudnya penyelenggaraan dan pegelolaan pendidikan yang professional

B.     Tujuan jangka Menengah
1.      Terwujudnya profil sekolah SDN-10 Pelangsian.
2.      Melakukan perbaikan dan pengembangan program SD yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan zaman serta berdasar atau berpedoman pada ketentuan berlaku baik dari Pemerintah.
3.      Meningkatkan kompetensi dan profesionalitas tenaga kependidikan sekolah serta memberdayakannya secara maksimal.
4.      Menjalin kemitraan strategis dengan stake holder sekolah dan instansi terkait  lainnya.

C.    Tujuan Jangka Pendek 
1.      Meningkatkan kualitas kehidupan di sekolah
a.       Setiap peserrta didik berakhlak mulia, beriman dn bertakwa kepada Allah SWT serta terlatih menjalan kan ibadah dengan tertib, baik dan benar.
b.      Meningkatkan pemahaman dan penghayatan anak didik terhadap ajaran agama
2.      Meningkatkan kualitas akedemik
a.       Meningkatkan pehaman guru terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  (KTSP).
b.      Meningkatkan kegiatan KKG di sekolah dan diluar sekolah.
c.       Meningkatkan efektifitas proses belajar anak didik
d.      Meningkatkan prestasi belajar anak sehingga siap untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang selanjutnya
3.      Bidang olahraga dan seni
a.       Meningkatkan prestasi olahraga yang pariatif sesuai dengan perkembangan anak.
b.       Mewujudkan adanya sanggar seni tari,  lukis dan music untuk peningkatan aspresiasi siswa bidang seni tari, lukis dan music
4.      Bidang lingkungan
a.       Menanamkan kecintaan terhadap lingkungan alam dan social
b.      Mningkatkan wawasan peserta didik tentang pemanfaatan lingkungan
5.      Bidang keterampilan vokasional
a.       Membekali keterampilan dasar senni music, tari dan lukis
b.      Membekali dasar ilmu computer
6.      Bidang kesejahtraan anak didik
a.       Meningkatkan pemeriksaan kesehgatan mental dan fisik dengan tenaga pelaksana dokter ahli dan psikolog
b.      Meningkatkan tambahan makanan bergizi bagi anak didik
7.      Bidang kesejahtraan guru dan karyawan
a.       Meningkatkan kesejahteraan guru dan karyawan
b.      Member pembekalan mental keagaman secara rutin setiap tahun
8.       Meningkatkan jumlah calon peserta didik yang baru masuk pada tahun pelajaran 2009/2010
9.      Setiap Peserta didik mempunyai kepercayaan tinggi terhadap dirinya sendiri, sehingga  dapat mengembangkan diri secara  maksimal.
10.  Meningkatkan kedisiplinan Peserta didik

IV. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA YANG DI HADAPI SEKOLAH.

Tantangan nyata yang di hadapi sekolah adalah :
1.      Bidang IMTAQ dan kedesiplinan
a.       Ada sebagian siswa yang pemahaman agamanya masih rendah
b.      Kurangnya motivasi para orang tua Peserta didik dalam melatih dan meciptakan kehidupan yang islami pada putranya
c.       Sebagai sekolah guru sangat dituntut untuk memahami fungsi keteladanan pada anak didik.
d.      Semua siswa diharapkan berakhlak mulia dan menjalankan ibadah dengan tertib, baik dsan benar. Akan tetapi masih ada  sebagian siswa yang akhlaknya belum baik dan masih kurang dalam menjalankan ibadah. Tantangan nyata sekolah adalah menjadikan peserta didik berakhlak mulia, meningkatkan iman dan taqwanya.
2.      Bidang Akademik
a.       Untuk menyelenggarakan pendidikan dengan kegiatan belajar dan mengajar  sesuai dengan prinsip pendidikan diperlukan dedikasi dan pemahaman guru terhadap tugas dan profesinya, sementara kenyataan dilapangan pemahaman guru terhadap tugas dan profesinya masih kurang.
b.      Kegiatan KKG (Kerja Kelompok Guru) sangat mendukung peningkatan kualitas guru dalam mengajar, akan tetapi kegiatan KKG sementara temapt bermain bebas juga masih dalam proses pembangunan sehingga menjadi tantangan bagi sekolah untuk dapat melengkapinya.
c.       Ruang UKS dan Perpusatakaan adalah sarana penunjang keberhasilan Kegiatan Belajar Mengajar disekolah, saat ini kedua ruang tersebut masih dalam proses pembangunan dan menjadi tantangan sekolah untuk bisa segera menyelesaikan pembangunan ruang UKS dan Perpustakaan.
d.      Meningakatkan kualitas pendidikan salah satunya ditentukan oleh  sarana perpustakaan dengan koleksi buku yang lengkap, akan tetapi sekolah belum cukup banyak memilki koleksi buku khususnya buku-buku ilmu pengetahuan dasar.
e.       Abad 21 adalah abad Teknologi Informasi (TI) dimana peran computer dalam pendidikan sangat tinggi sehingga mutlak diperlukan, sementara dalam hal ini sekolah belum ada computer khusus untuk anak dan menjadi tantangan  bagi sekolah untuk segera memiliki laboratorium komputer lengkap dengan sarana penunjangnya.
f.       Untuk mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam bidang seni, baik seni music, seni tari maupun lukis diperlukan sebuah sanggar sebagai pusat kegiatan seni peserta didik, sekolah dihadapkan pada satu tantangan untuk bisa mewujudkannya karena saat ini sekolah baru memilki sanggar melukis itupun belum optimal.
5.         Bidang Kesejahteraan
a.       Masih kurangnya hubungan/ komunikasi dan jalinan kerja sama antara guru, karyawan dengan anak didik beserta keluarganya.
b.      Layanan pemeriksaan kesehatan fisik dan mental / psikis yang belum optimal
c.       Kesadaran dan minat anak untuk mengkonsumsi ikan serta susu segar masih sangat rendah.
d.      Masih kurangnya pembekalan mental spiritual / keagamaan bagi guru dan karyawan
e.       Gaji/ honor guru dan karyawan masih di bawah UMR
f.       Dana tunjangan kesehatan guru dan karyawan juga masih perlu mendapat perhatian karena masih jauh dari standar kelayakan
g.      Tunjangan / tabungan hari tua guru karyawan masih perlu dioptimalkan lagi, sehingga guru dan karyawan dapat menjalankan tugas dengan tenang sehingga akan menghasilkan kinerja yang bagus dan optimal karena kesejahteraan hari tua tidak menjadi beban bagi dirinya.
h.      Sekolah telah menjuarai lomba UKS tingkat provinsi dan sedang diuji cobakan untuk tingkat nasioanl, tantangan sekolah adalah mewujudkan UKS yang berkualitas dan mencapai standar nasional

V. MENTUKAN SASARAN SEKOLAH

Sasaran yang ingin dicapai sekolah adalah :
1.      Menciptakan kehidupan islami disekolah disertai meningkatnya iman dan taqwa peseta didik kepada Allah SWT.
2.      Meningkatkan kualitas akademik sekolah.
3.      Melengkapi sarana prasarana pendukung kelancaran kegiataan belajar mengajar.
4.      Meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa dalam bidang bahasa jawa, bahasa arab, bahasa inggris dan computer.

VI. IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI UNTUK MENCAPAI SETIAP  SASARAN

Seklah Dasar melakukan identifikasi fungsi-fungsi agar sasaran yang telah ditentukan dapat dicapai. Dalam hal ini sekolah melakukannya dengan cermat dan teliti, jangan sampai keliru dalm menetapkan fungsi-fungsi karena hasil analisis akan menyimpang sehingga tidak akan menyelesaikan masalah yang dihadapi. Fungsi-fungsi tersebut adalah : ( Lihat tabel)
Identifikasi fungsi-fungsi untuk mencapai tiap sasaran
No.
Fungsi-fungsi
Faktor Internal
Faktor Eksternal

1.






2.












3.
















Kurikulum






Proses belajar mengajar (PBM)











Keterangan














§  Dokumen kurikulum
§  Silabus mata pelajaran
§  Jadwal pelajaran
§  Program evaluasi

§  Motivasi belajar peserta didik

§  Perilaku peserta didik

§  Motivasi guru

§  Pendekatan dan metode mengajar

§  Interaksi guru dan peserta didik

§  Penggunaan waktu belajar

§  Jumlah guru

§  Kualifikasi pendidikan guru minimal D1/D2

§  Kesesuaian ijazah guru

§  Beban mengajar guru

§  Kompetensi guru

§  Jumlah karyawan


§  Tuntutan masyarakat
§  Karakteristik peserta didik
§  Kemampuan peserta didik
§  Kesiapan peserta didik menerima pelajaran
§  Kesiapan guru mengajar
§  Dukungan orang tua
§  Lingkungan sosial sekolah
§  Lingkungan fisik sosial



§  Pengalaman mengajar guru
§  Kesiapan mengajar guru

§  Fasilitas pengembangan diri
§  Kesejahteraan guru
§  Hubungan dan kerjasama antar guru




No.
Fungsi-Fungsi
Faktor internal
Faktor eksternal
4.









5.
Sarana dan Prasarana








Keuangan
§  Jumlah ruangan yang diperlukan
§  Kelengkapan sarana prasarana tiap ruang
§  Kelengkapan sarana prasarana tiap ruang
§  Media /alat  peraga penunjung pembelajaran
§  Kebersihan dan kerapian ruang sekolah
§  SPP Peserta didik
§  Sumbangan BP3/Komite Sekolah
§  Dana pengembangan sekolah
§  Dukungan orang tua dalam melengkapi sarana prasarana sekolah
§  Kerjasama dengan sekolah lain dan pihak terkait lainnya
§  Kesesuaian sarana penunjang dengan potensi daerah dan perkembangan IPTEK
§  Subsidi pemerintah
§  Dari distribusi kantin / koperasi sekolah
§  Dari donatur



VII.     ANALISIS SWOT (strengths/Kekuatan, Weakness/Kelemahan, Opportunities/Peluang, Threats/Tantangan/Ancaman) DALAM PENINGKATAN AKADEMIK

Tabel – 1 Analisis SWOT untuk Sasaran -1 :
PENINGKATAN KUALITAS AKADEMIK
Fungsi dan Faktornya
Kriteria Kesiapan
(Kondisi Ideal)
Kondisi Nyata
Tingkat
Kesiapan Faktor
Siap
Tidak
A. Proses Belajar Mengajar (PBM):
1. Faktor Internal
      a.   Dokumen kurikulum
      b.   Silabus
      c.   Program evaluasi
      d.   Materi evaluasi
      e.   Rencana Pembelajaran
      f.   Jadwal kegiatan
      g.   Motivasi belajar siswa
      h.   Perilaku peserta didik
      i.    Motivasi guru
      j.    Pendekatan dan metode mengajar
      k.   Interaksi guru dan peserta didik
      l.    Pemberdayaan peserta didik
      m.      Penggunaan waktu belajar
      n.   Program evaluasi
      o.   Buku pegangan guru
      p.   Alat peraga guru



Ada dan lengkap
Ada
Ada
Ada
Semua guru membuat
Ada
Tinggi
Disipilin dan tertib
Tinggi
Bervariasi

Baik/ akrab

Guru mampu memberdayakan
Peserta didik
Efektif
Semua guru melaksanakan
ada




Ada dan lengkap
Ada dan mencioba yang baru
Ada
Ada
Semua guru membuat
Ada
Tinggi
90%
Tinggi
Bervariasi

Baik / akrab

Guru memberdayakan
siswa
Efektif
Semua guru melaksanakan
Ada
Ada dan buatan guru



V
V
V
V
V
V
V
V
V
V

V
V

V
V
V
V


2.  Faktor  Eksternal
a.    Kesiapan peserta didik menerima pelajaran
b.    Kemampuan peserta didik
c.    Kesiapan guru mengajar
d.    Dukungan orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar
e.    Lingkungan sosial sekolah
f.     Lingkungan fisik sekolah
g.    Tuntutan masyarakat
h.    Dukungan masyarakat


Peserta didik
Siap menerima pelajaran
Baik
Semua guru siap mengajar
Tinggi


Baik/kondusif
Nyaman/tenang
Tinggi
Tinggi

Peserta didik
Siap menerima pelajaran
Baik
Guru siap mengajar
Cukup


Baik/kondustif
Nyaman/tenang
Tinggi
Tinggi

V
V
V
V



V
V
V
V






V
B. Fungsi Pendukung PBM Ketenangan

1. Faktor Internal
a.    Jumlah guru
b.    Kualifikasi pendidikan guru
c.     Kesesuaian ijazah guru
d.    Beban mengajar guru
e.     Kompetensi guru
f.     Jumlah karyawan




Sesuai kebutuhan
Minimal D1 / D2
100% sesuai
Minimal 18 jam
Sangat baik
Sesuai dengan kebutuhan




Sesuai kebutuhan
76%
76%
24 jam
Sangat baik
Sesuai dengan kebutuhan




V
V
V
V
V
V


2. Faktor Eksternal
a.    Pengalaman mengajar guru
b.    Kesiapan mengajar guru
c.     Fasilitas pengembangan diri
d.    Kesejahteraan guru
e.     Hubungan dan kerjasama antar guru
f.     Pengalaman mengajar guru 

Rata-rata 4 tahun
100% guru siap mengajar
Ada dan terprogram
Diperhatikan
Sangat baik

Rata-rata diatas 5 tahun

76%
Guru siap mengajar
Ada dan terprogram
Diperhatikan
Sangat baik

61,54%

V
V
V
V
V

V


Fungsi dan Faktornya
Kriteria Kesiapan
(Kondisi Ideal)
Kondisi Nyata
Tingkat
Kesiapan Faktor
Siap
Tidak
C. Fungsi Pendukung PBM Sarana Prasarana 

1. Faktor Internal
a.    Jumlah ruang yang diperlukan
b.    Kelengkapan sarana prasarana tiap ruang
c.     Media / alat peraga penunjang pembelajaran
d.    Kebersihan dan kerapian ruang sekolah
e.     Sumber daya manusia pengelola sekolah





Sesuai dengan kebutuhan

Sesuai dengan kebutuhan

Ada dan lengkap

Bersih dan rapi

Kompeten dan motivasi tinggi




Masih perlu pengembangan

Sesuai dengan kebutuhan

Masih perlu pengembangan

Bersih dan rapi

Motivasi tinggi






V



V

V



V



V
2. Faktor Eksternal
a.    Dukungan orang tua dalam melengkapi sarana prasarana sekolah
b.    Kerjasama dengan sekolah lain dan pihak terkait lainnya
c.     Kesesuaian sarana penunjang dengan potensi daerah dan perkembangan ipteks


Mendukung


Ada kerjasama


Tingkat kesesuaiannya tinggi

Sangat mendukung


Ada kerjasama


Sesuai

V


V


V

D.  Dana / Keuangan

1. Faktor Internal
a.    Uang gedung / infak
b.    SPP
c.     Sumbangan BP3 / Komite sekolah
d.    Dana pengembangan sekolah




Ada dan tinggi
Tinggi
Ada

Ada dan terencana



Cukup / sedang
Sedang
Ada

Ada dan terencana



V
V
V

V

2. Faktor Eksternal
a.    Subsidi pemerintah
b.    Dari distribusi kantin
c.     Dari distribusi koperasi
guru karyawan
d.    Dari donator
dana pengembangan sekolah


Ada dan tinggi
Tinggi dan rutin
Tinggi dan rutin

Ada dan banyak
Ada dan sesuai kebutuhan

Ada dan cukup
Ada
Tidak ada

Ada
Ada dan sesuai kebutuhan

V
V


V
V


V




Dari analisis SWOT di atas dapat kita ketahui kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan sekolah sebagai berikut :

INTERNAL
EKSTERNAL
1.       Kuantitas dan kulaitas guru yang memadai (98% memenuhi syarat)
2.       Lingkungan sekolah yang kondusif
3.       Adanya dukungan dan kerjasama dengan masyarakat
4.       Peserta didik sangat potensial untuk berkembang dan berprestasi
5.       Tingkat kedisiplinan siswa tinggi
6.       Guru yang berkulaitas dan dedikasi tinggi
1.       Tingginya dukungan dan kepercayaan pemerintah kepada sekolah
2.       Tingginya keprecayaan dan minat masyarakat untuk memasukkan putra-putrinya di SDN _ 10 Pelangsian
3.       Dengan adanya otonomi pendidikan sekolah mendapat kesempatan luas untuk mengenmbangkan sekolah secara mandiri
Kelemahan / Weakness
Tantangan / Ancaman / Threats
1.       Belum optimalnya kreativitas pesertadidik
2.       Kurangnya saranan prasarana sekolah khususnya dalam bidang laboratorium, alat peraga guru dan media bermain anak
3.       Kurangnya perhatian, partisipasi, dan dukungan orang tua untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa
4.       Adanya perbedaan paham anatara sekolah dengan pengurus yayasan dalam menentukan kebijakan pengelolaan sekolah.
1.       Adanya sekolah sejenis yang semakin maju dan memiliki daya kompetensi yang tinggi
2.       Perkembangan IPTEK menuntut sekolah untuk bisa menyesuaikan
3.       Seakin tingginya kompetensi alumni untuk bisa masuk SLTP Negeri maupun swasta yang favorit
4.       Kurikulum2004 lebihb menuntut kemampuan dan motivasi guru dalam mengajar.




Tabel – 2 Analisis SWOT untuk Sasaran -2
Peningkatan Kehidupan Islami

Fungsi dan Faktornya
Kriteria Kesiapan
(Kondisi Ideal)
Kondisi Nyata
Tingkat
Kesiapan Faktor
Siap
Tidak
A. Fungsi Ketenagaan
1. Faktor Internal
      a.   Jumlah guru agama
      b. Kemampuan guru agama dalam melaksanakan program
      c.   Program kerja
      d.   Motivasi guru
      e. Motivasi pseerta didik  
     


cukup
tinggi


ada
Tinggi
Tinggi




cukup


ada
Tinggi
Cukup



V


V
V
V


2.  Faktor  Eksternal
a.    Kesadaran semua guru
b.    Kesadaran peserta didik
c.    Dukungan dari guru lain
d.    Dukungan orang tua


Tinggi
Tinggi
Sangat mendukung
Sangat mendukung

Tinggi
Tinggi
Mendukung
kurang

V
V
V








V

B. Fungsi Sarana Prasarana

1. Faktor Internal
a. Masjid di sekolah
b. Peralatan ibadah
c. Tempat wudhu
d. Al-Qur’an / juz amma / iqro / Qiroati
e. Laboratorium al Islam



Ada dan memadai
Ada dan cukup
Adasesuai kebutuhan
Tersedia banyak

Ada  



Ada
Ada
Ada
Tersedia

Ada




V
V
V
V

V




2. Faktor Eksternal
a.   Dukungan Departemen Agama
b.   Dukungan Orang tua dalam melengkapi sarana ibadah
c.   Dukungan masyarakat sekitar sekolah
d.   Alokasi waktu


Tinggi

Tinggi

Tinggi

Cukup

Tinggi

Tinggi

Tinggi

Cukup

V

V

V

V






ALTERNATIF PENYELESAIAN MASALAH :

1.   Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada sasaran pertama, dapat diketahui kesamaan dan ancaman yang dihadapi sekolah. Untuk fungsi pendukung PBM yang menjadi kelemahan sekolah adalah : Belum optimalnya kretivitas peserta didik, kurangnya sarana prasarana sekolah khususnya dalam bidang laboraturium ; alat peraga guru dan media bermain anak; kurangnya perhatian, partisipasi, dan dukungan orang tua untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Sementara yang menjadi ancaman sekolah adalah ; adanya sekolah sejenis yang semakin maju dan memiliki daya kompetiosi yang tinggi ; Perkembangan IPTEK menuntut sekolah untuk bisa menyesuaikan , semakin tingginya kompetisi alumni untuk masuk SMP Negeri maupun Swasta ; Kurikulum 2004 lebih menuntut kemampuan dan motivasi guru dalam mengajar.

Untuk mengatasi kelemahan dan ancaman yang dihadapi sekolah, selanjutnya sekolah mencoba merumuskan alternatif langkah penyelesaian masalah sebagai berikut :
a.       Meningkatkan kreativitas peserta didik
Dari analisis SWOT dapat dilihat bahwa ancaman sekolah terletak pada belum optimalnya kreativitas siswa. Apabila hal ini tidak segera dicari jalan keluarnya maka sekolah bisa terancam kegagalan dalam mendidik siswanya karena pendidik Sekolah Dasar adalah menumbuhkan kemampuan mengekspresikan dirinya secara bebas spontan dalam kegiatan bermain dan suasana gembira serta mengembangkan kretaivitas anak sehingga anak dapat memberdayakan semua potensi yang dimiliki secara optimal. Dalam hal ini sekolah perlu melakukan inovasi dalam pembelajaran, suasana belajar dibuat menyenangkan media yang naik seperti audio visual misalnya sehingga peserta didik menjadi lebih tertarik dan ada motivasi untuk belajar.
b.      Menggerakkan kegiatan KKG (Kerja Kelompok Guru)
Melalui KKG sekolah diharapkan banyak persoalan dapat diatasi karena kegiatan KKG sangat mendukung peningkatan kualitas guru dalam mengajar. Kurang bervariasi dan kreativitas guru dalam menggunakan metode mengajar akan dapat didiskusikan sehingga akan dapat ditemukan metode mengajar yang tepat, bervariasi dan kreativ dalam mengajarkan setiap matapelajaran. Disamping itu perkembangan kemajuan belajar peserta didik juga dapat dievaluasi.
c.       Peningkatan kualitas guru
Meskipun secara umum kualitas guru tidak mengecewakan, akan tetapi sekolah senantiasa berusaha meningkatkan kualitas guru dalam mengajar. Oleh karena itu untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajarsekolah member kesempatan kepada guru untuk mengembangkan kemampuannya dengan jalan mengirim guru mengikuti berbagai pelatihan, seminar, lokakarya, penataran dan sebagainya yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan di SD. Apabila sekolah mampu maka sekolah dapat membuat program pelatihan khusus penggunaan metode mengajar dan peningkatan kreativitas kepada semua guru. Guru juga diberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan lanjutan sehingga kualitas guru akan menjadi meningkat. Meningkatnya kualitas guru diharapkan akan dapat pula meningkatkan kualitas PBM di sekolah.
d.      Pengadaan sarana prasarana
Dalam penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Dasar alat peraga dan alat bermain anak mutlak diperlukan dan kelengkapan alat peraga guru, alat musik, perlengkapan pentas dan alat bermain anak sangat mendukung keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Dasar.
e.       Pemberdayaan peserta didik
Meningtkanpembinaan dan pemahaman terhadap guru akan pentingnya pemberdayaan peserta didik, dengan pemberdayaan peserta didik maka potensi yang dimiliki anak akan dapat dikembangkan secara maksimal hal ini sesuai dengan salah satu fungsi SD yaitu mengembangkan seluruh kemampuan yang dimiliki anak sesuai dengan tahap perkembangannya.
f.       Pengadaan laboratorium peternakan dan pertanian
Untuk mengenalkan anak tentang pertanian dan peternakan sekaligus member bekal sejak dini akan pentingnya memiliki keterampilan hidup, maka diperlukan adanya satu media sebagai laboratorium dimana peserta didik dapat melakukan praktek pertanian dan peternakan. Melalui praktek ini pula diharapkan peserta didik akan dapat mengenal dan memahami bagaimana kerja peternak dan petani.
g.      Mengembangkan perpustakaan
Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa perpustakaan sekolah dilihat dari segi sarana dan prasarananya masih perlu untuk dikembangkan berikut beberapa yang bisa dilakukan untuk mengembangkan perpustakaan :
Buku-buknya harus ditambah baik jumlah maupun jenisnya sehingga dapat memenuhi kebutuhan siswa dan guru. Menjalin kerjasama dengan perpustakaan lain yang lebih lengkap sarana prsaranannya maupun koleksi bukunya. Mengikutsertakan petugas perpustakan untuk mengikuti penataran dan pelatihan pengelolaan perpustakaan. Untuk menambah koleksi buku, setiap peserta didik yang telah selesai belajar diminta untuk menyumbangkan satu buku kepada sekolah sebagai tanda syukur.
h.      Meningkatkan penggalian dana
Sebuah sekolah (SD) akanmenjadi sekolah (SD) yang berkualitas atau unggul tentunya bila sekolah tersebut selalu melakukan inovasi dengan mengembangkan berbagai program peningkatan mutu sekolah (SD). Untuk melaksanakan program itu tentunya dibutuhkan banyak biaya, sementara mengandalkan dana yang ada tentunya sangat tidak mungkin. Untuk itu sekolah perlu melakukan terobosan-terobosan dengan membuat proposal untuk pengembangan sekolah dan diajukan pada pihak-pihak terkait yang menyandang dana.

2.   Berdasarkan hasil analisis terhadap sasaran ke-2 Menciptakan Kehidupan Islami di Sekolah, maka dapat diketahui kelemahan dan ancaman sekolah dalam menciptakan kehidupan Islami di sekolah. Adapun kelemahan dan ancaman tersebut adalah ; masih perlu peningkatan ruh Islami bagi guru dan orang tua, belum tumbuh kesadaran peserta didik untuk beribadah, motivasi peserta didik juga masih harus ditingkatkan (rendah), kurangnya dukungan dari orang tua. Untuk mengatasi permasalahan pada sasaran – 2, sekolah telah mempersipakan alternatif untuk mengatasi masalah-masalah tersebut yakni :
1.      Membentuk tim penanggung jawab pelaksanaan kehidupan Islami di sekolah.
2.      Membuat program peningkatan kehidupan Islami
3.      Meningkatkan kesadaran peserta didik untuk beribadah
4.      Menghimbau kepada orang tua peserta didik untuk mendukung pelaksanaan kehidupan Islami di sekolah
5.      Menambah waktu pelaksanaan latihan ibadah sholat khusus kelompok B
6.      Pengadaan buku pedoman kehidupan Islami untuk orang tua dalam membina putra / putrinya di sekolah
7.      Meningkatkan gerakan infak Jum’at
8.      Menyalurkan hasil infak Jum’at untuk melatih peserta didik peduli kaum dhuafa’ dan anak yatim
9.      Meningkatkan inovasi pembelajaran kehidupan Agama Islam



VII.  MENYUSUN PROGRAM PENINGKATAN MUTU SEKOLAH

Sasaran 1          : Meningkarkan kualitas akademik
Rencana            :
Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas akademik sekolah (SD) telah menentukan beberapa program, diantaranya meningkatkan motivasi belajar dan kreativitas anak, menggerakkan KKG sekolah (SD), meningkatkan kualitas guru, memberdayakan peserta didik, pengadaan laboratorium peternakan dan pertanian, pengembangan perpustakaan, dan meningkatkan penggalian dana.

Program 1      : Meningkatkan motivasi dan kreativitas peserta didik
Rincian Program :
1)      Menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.
2)      Menyelenggarakan kegiatan pesona pagi dengan materi bahasa, matematika, IPA, IPS, Agama
3)      Melengkapi fasilitas yang diperlukan dalam PBM
4)      Memberikan hadiah kepada peserta didik yang berprestasi
5)      Penggunaan matode yang berfariasi
6)      Menempatkan peserta didik sesuai dengan prestasi, bakat, dan minatnya
7)      Meningkatkan hubungan dengan komunikasi guru dengan peserta didik

Program 2      : Mengerjakan KKG Sekolah
Rincian Program :
1)      Membentuk KKG sekolah di bawah koordinasi kepala SD
2)      Melakukan pertemuan secara periodik baik untuk membahasan berbagai masalah pelajaran di sekolah maupun untuk mendiskusikan hasil pertemuan KKG Gugus dan Kecamatan
3)      Melakukan pertemuan rutin sebulan sekali untuk membahas dan mencari alternatif solusi terhadap permasalahan yang dihadapi
4)      Meningkatkan kerja sama antar guru, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengajaran
5)      Dua kali dalam satu semester mengundang pembicara ahli dari luar untuk membahas materi pelajaran tertentu atau untuk mengenalkan inovasi baru dalam bidang pendidikan
6)      Membuat Bank materi evaluasi

Program 3      : Meningkatkan Kualitas Guru
Rincian program :
1)      Member kesempatan pada guru untuk melanjutkan studi.
2)      Menyediakan fasilitas sarana prasarana dan dana bagi guru untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas mengajarnya
3)      Mengirimkan atau member mandat guru untuk mengikuti berbagai diklat, pelatihan, penataran, seminar dan kegiatan-kegiatan ilmiah lainnya yang relevan dengan pendidikan pra sekolah
4)      Mengadakan pelatihan penggunaan metode dan media mengajar yang efektif dan efesien
5)      Menyediakan buku-buku penunjang sebagai pegangan guru dalam mengajar
6)      Mengadakan studi banding ke beberapa Lembaga Pendidikan SD yang berkualitas
7)      Member kesempatan kepada guru untuk mengikuti berbagai lomba keterampilan / kreativitas dan seleksi guru teladan / berprestasi

Program 4      : Pemberdayaan Peserta Didik
Rincian Program :
1)      Member kesempatan kepada siswa seluas-luasnya untuk melakukan berbagai kegiatan yang sesuai dengan program SD untuk mendukung perkembangan sikap, prilaku, perkembangan, keterampilan dan dayacipta anak didik untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya (Kepmendikbud No. 0486/U/1992)
2)      Memberi banyak kesempatan kepada anak didik mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki secara maksimal

Program 5      : Pengembangan Perpustakaan
Rincian Program :
1)      Menyusun program pengembangan perpustakaan
2)      Pengadaan ruang khusus perpustakaan yang representative, nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik
3)      Mengidentifikasi kebutuhan buku untuk guru maupun peserta didik
4)      Menambah sarana dan prasarana perpustakaan khususnya computer kid
5)      Menambah koleksi buku sesuai dengan anggaran dan kebutuhan
6)      Menjalin kerja sama dengan instansi terkait, khususnya perpustakaan lain yang lebih baik dan lebih lengkap koleksi bukunya
7)      Mengirim petugas untuk mengikuti penataran atau pelatihan, sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan petugas
8)      Mengadakan gerakan cinta membaca buku
9)      Melatih anak membuat kliping artikel-artikel yang menunjang pengembangan iptek dan kreativitas peserta didik
10)  Melaksanakan tertib administrasi perpustakaan SD

Program 6      : Penggalian data
Rincian Program :
1)      Meningkatkan gerakan amal jariah
2)      Membuat proposal untuk setiap program kegiatan pengembangan sekolah dan diajukan pada pihak-pihak terkait sebagai penyandang dana yang peduli dengan pendidikan
3)      Mengembangkan kegiatan ekonomi sekolah yang menghasilkan dana tambahan bagi kegiatan sekolah seperti koperasi dan kantin sekolah (income generating unit)

Program 7      : Pengadaan sarana dan prasarana sekolah
1)      Pengadaan laboratorium / tempat latihan perkebunan dan peternakan
2)      Menyelesaikan penggunaan ruang UKS, Perpustakaan dan ruang bermain bebas di dalam
3)      Pengadaan computer khusus adan untuk kegiatan computer kid
4)      Melengkapi alat peraga dan bermain anak

Sasaran 2       : Melengkapi sarana prasarana pendukung kelancaraan kegiatan belajar mengajar
Rincian Program :
1)      Membangun ruang perpustakaan
2)      Membangun ruang kantor kepala SD
3)      Membangun ruang kantor TU
4)      Membangun ruang guru
5)      Membangun ruang bermain bebas di dalam
6)      Membangun ruang UKS
7)      Pengadaan laboratorium berkebun dan beternak
8)      Pengadaan computer kid
9)      Pengadaan alat bermain diluar (bak air permanent, lapangan sepak bola mini)



BAB IV
PELAKSANAAN RENCANA PENGEMBANGAN
SDN 10 PELANGSIAN

A.    Langkah-langkah Pelaksanaan Kegiatan

1.      Pembentukan tim pelaksana pengembangan SD
2.      Menentukan jadwal pelaksanaan kegiatan
3.      Melaksanakan kegiatan sesuai dengan program yang sudah ditentukan
4.      Melaksanakan evaluasi hasil pelaksanaan kegiatan
5.      Melakukan tindak lanjut / follow up, antara lain dengan menyelenggarakan sarasehan pendidikan dengan menghadirkan mantan wali murid dan komponen sekolah / stake holder sekolah

B.     Indikator Keberhasilan

1.      Meningkatnya motivasi belajar dan kretivitas peserta didik
2.      Meningkatnya fungsi KKG di sekolah maupun diluar
3.      Meningkatnya kualitas guru
4.      Menungkatnya peran serta peswerta didik dalam proses belajar mengajar
5.      Terwujudnya perpustakaan yang memadai / representative
6.      Meningkatnya jumlah dana yang masuk
7.      Meningkatnya kehidupan Islami di sekolah

C.    Faktor Pendukung

1.      Kuantitas dan kulitas guru yang memadai (98% memenuhi syarat)
2.      LIngkungan dan sekolah yang kondusif
3.      Adanya dukungan dan kerja sama dengan masyarakat
4.      Peserta didik sangat potensial untuk berkembang dan berprestasi
5.      Tingkat kedisipilinan peserta didik tinggio
6.      Guru yang berkulaitas dan dedikasi tinggi
7.      Tingginya dukungan dan kepercayaan pemerintah kepada sekolah
8.      Tingginya kepercayaan dan minat masyarakat untuk memasukkan putra-putrinya di SDN – 10 Pelangsian
9.      Denngan adanya otonomi pendidikan sekolah mendapat kesempatan luas untuk mengembangkan sekolah secara mandiri

D.    Faktor Penghambat

1.      Kurangnya dukungan orang tua dalam pelaksanaan program pengembangan sekolah
2.      Ada sebagian guru yang tidak bisa bergerak cepat dan lincah dalam melaksanakan tugasnya.
3.      Adanya perbedaan paham antara sekolah dengan pihak pengurus yayasan